Xforce HEV baru | Mobil hybrid semakin populer di Indonesia. Teknologi ini menawarkan perpaduan antara mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan kinerja yang responsif sekaligus membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Meski sama-sama mengusung teknologi hybrid, setiap pabrikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan sistem elektrifikasinya.
Mitsubishi New Xforce HEV hadir dengan sistem hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.600 cc, motor listrik, baterai, serta transaxle 2-percepatan. Seluruh komponen tersebut bekerja secara terintegrasi. Sistem kemudian mengatur sumber tenaga yang paling sesuai dengan kondisi berkendara.
Menariknya, New Xforce HEV tidak hanya mengandalkan motor listrik sebagai pendamping mesin bensin. Teknologi yang digunakan juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih senyap, respon akselerasi yang cepat, serta membeku dalam menggunakan tenaga listrik.
Lalu, apa yang membuat Mitsubishi New Xforce HEV berbeda dibandingkan mobil hybrid lainnya? Berikut empat teknologi yang menjadi keunggulannya.
1. Mesin Bensin Khusus dengan Siklus Atkinson
Salah satu bagian penting dari teknologi New Xforce HEV adalah mesin bensinnya. Mitsubishi menggunakan mesin berkode 4A92 dengan kapasitas 1.600 cc, 4 silinder, DOHC MIVEC, dan siklus Atkinson.
Siklus Atkinson memiliki karakteristik yang berbeda dari siklus Otto yang banyak digunakan pada mesin bensin konvensional. Pada siklus Atkinson, katup intake terbuka lebih lama selama proses kompresi. Sebagian campuran udara dan bahan bakar kemudian kembali menuju intake manifold.
Cara kerja tersebut membantu mengurangi pumping loss pada mesin. Hasilnya, mesin dapat bekerja dengan lebih efisien dan sesuai dengan karakter sistem hybrid.
Penggunaan mesin Atkinson juga menjadi semakin relevan karena mesin bensin pada mobil hybrid tidak selalu menjadi satu-satunya sumber tenaga. Pada kondisi tertentu, motor listrik dapat mengambil alih penggerak kendaraan. Sementara itu, mesin bensin dapat bekerja pada kondisi yang lebih optimal.
Dengan pendekatan tersebut, New Xforce HEV tidak hanya mengejar tenaga, tetapi juga efisiensi dari keseluruhan sistem hybrid.
2. Menggunakan Transaxle 2 Kecepatan
Perbedaan berikutnya terdapat pada sistem transmisinya. Mitsubishi New Xforce HEV menggunakan 2-speed transaxle , yaitu sistem transmisi dengan dua tingkat rasio yang bekerja secara terintegrasi dengan sistem hybrid.
Mengapa dibutuhkan dua tingkat rasio? Karena kebutuhan energi kendaraan berbeda pada setiap kondisi berkendara. Saat mobil mulai bergerak, karakter tenaga yang dibutuhkan tentu berbeda dengan saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Dengan transaxle 2 kecepatan, sistem dapat mengatur penyaluran tenaga secara lebih fleksibel. Motor listrik dan mesin bensin dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan kendaraan pada kondisi tertentu.
Perpindahan sumber tenaga tersebut juga berlangsung secara otomatis. Pengemudi tidak perlu mengatur kapan motor listrik atau mesin bensin harus bekerja.
Hasilnya, pengemudi dapat menikmati respons tenaga motor listrik sekaligus efisiensi mesin bensin tanpa harus memikirkan bagaimana sistem hybrid bekerja di balik layar.
3. Mode EV Tidak Hanya untuk Kecepatan Rendah
Salah satu fitur yang menarik perhatian pada New Xforce HEV adalah EV Mode. Fitur ini memungkinkan kendaraan menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak dalam kondisi yang memungkinkan.
Pada sebagian mobil hybrid, penggunaan tenaga listrik lebih sering dikaitkan dengan kecepatan rendah. Namun, New Xforce HEV menawarkan harapan yang lebih luas.
Ketika kondisi sistem memungkinkan, motor listrik dapat digunakan pada kecepatan yang lebih tinggi. Motor listrik juga memiliki karakter torsi yang dapat muncul secara cepat. Oleh karena itu, respons akselerasi terasa lebih spontan ketika kendaraan menggunakan tenaga listrik.
Selain respon yang cepat, penggunaan motor listrik memberikan keuntungan lain. Kabin dapat terasa lebih senyap karena mesin bensin tidak selalu bekerja sebagai sumber penggerak utama.
Menariknya, EV Mode pada Mitsubishi New Xforce HEV dapat mencapai kecepatan hingga 121 km/jam dalam kondisi tertentu . Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tenaga listrik pada New Xforce HEV tidak hanya terbatas pada situasi kecepatan rendah.
Dengan begitu, pengemudi dapat menikmati karakter berkendara yang lebih senyap dan responsif dalam lebih banyak situasi perjalanan.
4. Charge Mode, Menjaga Daya Baterai Tanpa SPKLU
Fitur berikutnya yang membuat New Xforce HEV berbeda adalah Charge Mode. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan sistem membantu pengisian daya baterai ketika kendaraan sedang digunakan.
Saat Charge Mode diaktifkan, mesin bensin dapat digunakan untuk menghasilkan energi yang kemudian disalurkan untuk mengisi baterai. Dengan demikian, daya baterai dapat tetap terjaga selama perjalanan.
Keunggulan lainnya adalah proses tersebut tidak membutuhkan sumber listrik dari luar kendaraan. Artinya, pemilik New Xforce HEV tidak harus mencari SPKLU untuk menjaga ketersediaan daya listrik pada baterai.
Fitur ini tentu memberikan ketidaknyamanan, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh. Pelanggan tetap dapat menikmati manfaat tenaga listrik tanpa harus bergantung pada fasilitas pengisian daya eksternal.
Dengan adanya Charge Mode, New Xforce HEV memberikan kenyamanan lebih bagi pengemudi yang ingin merasakan pengalaman berkendara dengan tenaga listrik dalam berbagai kondisi perjalanan.
Xforce HEV Baru, Hybrid dengan Pendekatan yang Berbeda
Jika dirangkum, ada empat teknologi yang membuat Mitsubishi New Xforce HEV menarik untuk diperhatikan. Pertama, mesin bensin 1.600 cc menggunakan siklus Atkinson yang dirancang untuk mendukung efisiensi sistem hybrid. Kedua, terdapat 2-speed transaxle yang membantu mengatur penyaluran tenaga sesuai kondisi berkendara.
Selain itu, New Xforce HEV memiliki EV Mode yang memungkinkan penggunaan tenaga listrik pada kondisi dan kecepatan tertentu. Terakhir, terdapat Charge Mode yang membantu menjaga daya baterai selama perjalanan tanpa memerlukan sumber listrik eksternal.
Semua teknologi tersebut bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Motor listrik memberikan respon torsi yang cepat, sedangkan mesin bensin mendukung kebutuhan tenaga dan efisiensi kendaraan. Sistem elektronik kemudian mengatur kombinasi tersebut sesuai kondisi berkendara.
Oleh karena itu, New Xforce HEV bukan sekadar mobil dengan tambahan motor listrik . Teknologi hybrid yang digunakan dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif, senyap, efisien, dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Sudah Siap Mencoba Xforce HEV Baru?
Teknologi hybrid akan terasa lebih menarik ketika Anda mengalaminya secara langsung. Oleh karena itu, jangan hanya membaca mengenai teknologi Mitsubishi New Xforce HEV . Rasakan sendiri respon listrik motor, kenyamanan kabin, serta pengalaman berkendara dengan sistem hybrid Mitsubishi.
New Xforce HEV , kini Anda sudah dapat melakukan test drive dan pemesanan di seluruh dealer Mitsubishi Bosowa Berlian Motor terdekat di kotamu.
Ingin mengetahui harga, promo, spesifikasi, ketersediaan unit, atau jadwal test drive? Hubungi Call Center TANYA BOSOWA melalui WhatsApp di +62 821-9652-5254 .
TANYA BOSOWA siap membantu Anda mendapatkan informasi mengenai New Xforce HEV dan dealer Mitsubishi Bosowa Berlian Motor terdekat.
Mitsubishi New Xforce HEV . Rasakan langsung teknologi hybridnya, dan temukan perbedaannya.